skip to main | skip to sidebar

Imam Purwanto

  • Beranda
  • Artikel
  • Cerpen
  • MotoGp
  • Futsal
  • Lirik Lagu
  • Teknik Industri
  • UG
  • About Me
RSS
  • "Welcome to my Blog''

    SELAMAT DATANG DI BLOG IMAM PURWANTO

    About Me

    Imam Purwanto
    Lihat profil lengkapku

    SALAM INDUSTRI

    SALAM INDUSTRI
    Logo Teknik Industri

    TIME

    Search

    Link Gunadarma














    ANIMAL


    adopt  your own virtual pet! 1.   Hak Kekayaan Intelektual
         Contoh Kasus : Merk “Holland Bakery”
         Sumber Berita : www.kompas.com
         Dampak :
        Akibat dari pelanggaran kasus tersebut akan membuat masyarakat lain untuk berbuat nakal yaitu seringnya mereka menjiplak merek–merek punya orang lain tanpa batas dan mereka akan menganggap kualitas hukum di Indonesia adalah lemah. Sehingga di Indonesia terlalu banyak merek dagang yang dijadikan suatu simbol yang salah bagi perusahan dan bagi masyarakat yang ingin memproduk suatu barang atau tempat atau lainnya. Mereka terlalu dibutakan dengan keuntungan yang sangat luar biasa tinggi. Untuk memperoleh keuntungan yang sangat luar biasa mereka tidak mau melihat kaedah–kaedah apa saja yang harus dipenuhi dalam memberikan nama pada merek dagangan mereka, yaitu berdasarkan peraturan/perundang–undangan yang dibuat dibuat oleh Direktorat Jenderal HAKI, Departemen Kehakiman. Kita sebagai orang baru yang ingin memberikan nama ke produk kita, harus diajukan kepada Departemen Kehakiman agar tidak terjadi kesamaaan antar merek barang lainnya.

    2. Hak Cipta
       Contoh Kasus : Inul Vizta Jadi Tersangka Pelanggaran Hak Cipta
       Sumber Berita : http://hiburan.metrotvnews.com/read/2015/03/17/372545/inul-vizta-jadi-tersangka-pelanggaran-hak-cipta
       Dampak :
       Dari kasus tersebut akan berdampak buruk bagi sang pencipta lagu antara lain menimbulkan sikap saling acuh antara pencipta dengan pembajak, merugikan baik secara materil dan imateril kepada pencipta dan menimbulkan terjadinya penurunan minat dari masyarakat ke pada produk asli dan lebih memilih produk bajakan yang harganya jauh lebih murah dari produk aslinya. Selain itu kreativitas menjadi menurun, orang-orang akan merasa enggan untuk berkreasi. Pemerintah tidak mendapatkan pemasukan dari pajak penjualan suatu karya cipta. Kurangnya penerimaan pajak tentu akan menghambat pertumbuhan ekonomi di negara kita. Masyarakat menjadi manja karena dibiasakan menggunakan sesuatu yang ilegal tanpa mengeluarkan banyak uang. Orang lain yang menggantungkan nafkah pada proses pembuatan karya orang lain jadi ikut rugi. 

    3. Paten
        Contoh Kasus : Pelanggaran Hak Paten Samsung oleh Apple
      Sumber Berita: https://www.beritateknologi.com/pengadilan-korea-selatan-tolak-klaim-pelanggaran-hak-paten-samsung-oleh-apple/
        Dampak : Berdasarkan permasalahan tersebut Apple meminta ganti rugi senilai 2,52 miliar dollar AS. Samsung menuntut pembayaran royalti sebesar 2,4 persen dari nilai penjualan tiap produk Apple yang melanggar paten. Kedua perusahaan tersebut sama–sama menuntut ganti rugi dan membayar denda dengan jumlah yang tidak sedikit. Pelanggaran hak paten ini juga akan merugikan bagi konsumen apabila permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Adanya perlanggaran ini dapat juga menghambat pengembangan produk yang akan diluncurkan oleh kedua perusahaan tersebut.

    4. Merk
       Contoh Kasus : Pelanggaran Hak Merk Primagama
    Sumber Berita: http://kabar24.bisnis.com/read/20170422/16/647411/pelanggaran-hak-merek-pemilik-sah-primagama-layangkan-somasi
       Dampak :
       Kasus tersebut membuat pihak primagama menjadi rugi baik secara materi maupun non materi. Menurutnya, pihaknya memberikan batas waktu hingga 30 April 2017 mendatang kepada pihak-pihak yang diduga telah melakukan pelanggaran untuk segera menghentikan segala jenis perikatan dengan pihak lain yang mengklaim serta merasa memiliki hak atas merek Primagama, serta mengakui bahwa Purdi E. Chandra merupakan pemilik sah atas merek Primagama sesuai surat Dirjen Haki. Pemilik sah merek Primagama beserta kuasa hukum telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan, tetapi tidak membuahkan hasil, dan akhirnya menempuh jalur hukum. Pasalnya, pelanggaran itu diklaim telah merugikan kliennya secara materi, dan non materi. Adanya pelanggaran merk ini sebagai pemilik sah tidak mendapat keuntungan yang maksimal dan justru berdampak yang merugikan bagi pemilik merk tersebut.

    5. Desain Industri
        Contoh Kasus : Kasus Sengketa Desain Industri antara Permen Alpenliebe Lollipop
       Sumber Berita: http://andri-wawan.blogspot.co.id/2017/01/contoh-kasus-hak-cipta-paten-merk.html
      Dampak : Berdasarkan kasus sengketa diatas perusahaan yang memproduksi permen tersebut melakukan gugatan tentang desain tersebut ke pengadilan. Faktanya, etiket desain industri permen Lollipops dan Lollyball pun berbeda. Etiket merek permen Lollyball memiliki berbagai macam unsur gambar. Selain itu, pada desain produk permennya terdapat garis di permukaan. Sementara, pada permukaan permen Lollipops bergaris dengan alternatif warna yang berbeda. Garis itupun bervariasi, ada yang horisontal, diagonal kiri ke kanan atau sebaliknya dan atau tidak beraturan atau bervariasi. Sebaiknya kasus tersebut dapat diselesaikan agar desain yang sudah dibuat tidak saling mengklaim yang menimbulkan permasalahan baru. Adanya kasus sengketa ini akan menghambat kemajuan produk di pasar dan menimbulkan kesan negatif bagi konsumen.    

    6. Indikasi Geografis
        Contoh Kasus : Gayo Mountain Coffee dengan Kopi Arabika Gayo
     Sumber Berita: https://www.kompasiana.com/imamhariyanto/indikasi-geografis-pelindung-kekayaan-indonesia_54f6885aa33311c1078b4ebb
        Dampak : Berdasarkan permasalahan bahwa penggunaan nama “Gayo” dapat membuat konsumen tertarik membeli, bahkan membuat kesediaannya untuk membayar dengan harga yang tinggi (willingness to pay) menjadi lebih besar. Ya, nama “Gayo” sudah melekat pada salah satu cita rasa kopi terbaik di dunia, dan hal inilah yang membuat banyak perusahaan menginginkan kopinya dijual dengan nama “Gayo”. Kasus ini sangat merugikan pihak Indonesia. Karena dengan adanya pengakuan produk gayo ini oleh Belanda, produk yang memiliki kesamaan merk yang sama “Gayo”, tidak akan bisa berproduksi dan tidak bisa dipasarkan. Hal ini tentu saja mengganggu perekonomian suatu negara, dan tidak secara langsung adanya daya saing yang kurang sehat antara negara yang terlibat. Penyelesaian  masalah ini, dengan cara mendaftarkan kopi gayo sebagai produk asli yang ada di Indonesia dan kopi gayo berhasil dipatenkan.

    7. Rahasia Dagang
        Contoh Kasus : Hitachi digugat soal rahasia dagang 
     Sumber : http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol21750/sengketa-rahasia-dagang-hitachibasuki-pratama-kembali-berlanjut
      Dampak :Gugatan itu dilakukan sehubungan dengan pelanggaran rahasia dagang penggunaan metode produksi dan atau metode penjualan mesin boiler secara tanpa hak. PT BPE bergerak dalam bidang produksi mesin-mesin industri, dengan produksi awal mesin pengering kayu. Penggugat, katanya, adalah pemilik dan pemegang hak atas rahasia dagang metode produksi dan metode penjualan mesin boiler di Indonesia "Metode proses produksi itu sifatnya rahasia perusahaan," katanya. Dia menjelaskan bahwa tergugat IV sampai dengan tergugat X adalah bekas karyawan PT BPE, tetapi ternyata sejak para tergugat tidak bekerja lagi di perusahaan, mereka telah bekerja di perusahaan tergugat PT HCMI.

    8. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
        Contoh Kasus : Desain usb 3.0 keluaran intel jadi kontroversi
     Sumber : http://tryafaramitha.blogspot.co.id/2013/05/kasus-desain-tata-letak-sirkuit-terpadu.html
      Dampak : Desain usb 3.0 keluaran intel jadi kontroversi, karena awalnya intel belum mau menjelaskan spesifikasi usb 3.0 itu, sehingga dianggap oleh para pesaingnya(AMD dan NVIDIA) akan melakukan monopoli. Dalam kasus ini AMD dan NVIDIA beserta SIS dan VIA sebagai salah satu brand dalam tidang Chipset akan mengalami kesulitan dan keterpurukan pada suatu saat ketika banyak orang menggunakan motherboard intel yang sudah support dengan USB 3.0, yang dimana serie dari USB ini, akan memberikan kepuasan lebih baik dari USB sebelumnya dalam men-service suatu periferal. Oleh karena itu mereka, (VIA AMD NVIDIA dan SIS) akan merasa dimonopoli oleh intel lantaran teknologi terbaru dari USB telah di "pegang" oleh intel. Hal ini dapat dihapuskan jika saja intel hendak memberikan spesifikasi khusus untuk mereka, agar komponen-komponen yang mendukung USB 3.0 dapat bekerja pada Chipset- chipset mereka.. Tapi mereka juga mengancam bahwa mereka akan menciptakan port yang tidak kalah hebat dari 3.0 jika intel masih tetap tidak memberikan spesifikasi yang dimaksud.


      

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    (0)
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

    Analisis Jurnal

    Rabu, Oktober 11, 2017 |

    ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR (STUDI KASUS BEBERAPA PERUSAHAAN DI MEDAN)

              Era globalisasi pada tahun 2003 berdampak terbukanya perdagangan bebas. Hal ini menyebabkan  persaingan  bisnis  meningkat  tajam  baik  di  pasar  domestik  (nasional)  dan global  (internasional).  Oleh  karena  itu,  perusahaan  berusaha  memenangkan  persaingan dengan meningkatkan mutu produk/ jasa. ISO 9000 merupakan standar sistem manajemen mutu yang bersifat umum, diakui dunia internasional dan dapat diterapkan disegala bidang termasuk  bidang  konstruksi.  Adapun  tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui alasan,  hambatan,  gap  antara  harapan  dan  kenyataan  dan  prioritas  utama  perusahaan kontraktor yang sudah menerapkan ISO 9000:2000. Penelitian ini menggunakan survei terhadap perusahaan-perusahaan kontraktor di Medan yang sudah menerapkan ISO 9000. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa alasan terbesar perusahaan kontraktor menerapkan ISO 9000 yaitu untuk meningkatkan konsistensi dalam pelaksanaan dan memperbaiki mutu pelayanan serta memperbaiki mutu produk. Hambatan terbesarnya yaitu waktu yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan, terlalu banyak pekerjaan tulis menulis dan waktu yang digunakan dalam memeriksa pekerjaan sesuai sistem audit. Perusahaan harus menerapkan faktor terhadap peningkatan pembuatan keputusan berdasarkan fakta sebagai prioritas utama untuk meningkatkan mutu perusahaan.

    Metodologi Penelitian
              Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan melakukan survei lapangan terhadap beberapa perusahaan kontraktor di Medan yang telah menerapkan ISO 9000. Dalam penelitian ini, dipakai kuesioner sebagai alat untuk melakukan survei. Kuesioner ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :
    1.  Bagian A Alasan perusahaan dalam menerapkan ISO 9000.
    2.  Bagian B Harapan dan realita perusahaan setelah menerapkan ISO 9000 ditinjau dari delapan prinsip manajemen mutu.
    3.  Bagian C Hambatan perusahaan dalam menerapkan ISO 9000. Skala pengukuran yang digunakan adalah dari 1 sampai dengan 6. Pada bagian A,B menunjukkan skala tersebut memiliki arti dari sangat tidak penting menuju sangat penting, sedangkan pada bagian C skala 1 sampai dengan 6 tersebut berarti dari sangat kecil menuju sangat besar.
    Data yang diperoleh dari survei diolah dengan menggunakan program aplikasi statistik untuk menganalisa :
    1.  Analisa rata-rata
    2.  Analisa uji t untuk menguji tingkat signifikan perbedaaan penilaian antara harapan dan kenyataan responden.
    3.  Analisa kepentingan-kinerja (Importance-performance). Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diwakili oleh huruf X dan Y, di mana: X merupakan tingkat kinerja perusahaan (kenyataan) yang dapat memberikan kepuasan para pelanggan, sedangkan Y merupakan tingkat kepentingan yang merupakan harapan pelanggan.
    Kuadran A :
    Menunjukkan faktor yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan.
    Kuadran B:
    Menunjukkan unsur jasa pokok yang telah berhasil dilaksanakan perusahaan, untuk itu wajib dipertahankannya.
    Kuadran C:
    Menunjukkan faktor yang mempengaruhi pelanggan kurang penting, akan tetapi pelaksanaannya berlebihan.
    Kuadran D:
    Menunjukkan beberapa faktor yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, pelaksanaannya oleh perusahaan biasa-biasa saja.

    Analisis Data
              Adapun alasan yang dianggap paling penting adalah untuk meningkatkan konsistensi dalam pelaksanaan. Sedangkan alasan untuk memperbaiki mutu pelayanan dan mutu produk menduduki peringkat kedua.. Selanjutnya dilakukan perbandingan alasan – alasan yang dianggap penting tersebut terhadap nilai rata-rata secara keseluruhan. Nilai rata – rata secara keseluruhan tersebut diwakili oleh garis mendatar yang dipertebal. Analisa rata-rata juga digunakan untuk mengidentifikasi hambatan yang relatif lebih besar dibandingkan dengan hambatan yang lain.
              Analisa Uji t ( t-Test) diawali dengan perhitungan nilai rata-rata harapan dan kenyataan dari masing-masing prinsip sistem manajemen mutu pada bagian B dari kuesioner. Seperti yang disebutkan dalam kerangka teori, kepuasan pelanggan dapat diukur dari selisih antara harapan dan realita yang disajikan dalam Tabel. Adanya selisih antara harapan dan realita menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kedua faktor tersebut, namun perbedaan tersebut perlu diuji tingkat signifikannya dengan analisa uji t.
              Analisa kepentingan-kinerja (importance-performance) yaitu analisa kuesioner bagian B tersebut di atas dilanjutkan dengan analisa kepentingan-kinerja. Dalam analisa ini tingkat kepentingan (importance) mewakili rata-rata harapan pengguna ISO 9000 dan kinerja (performance) mewakili rata-rata kinerja (kenyataan) yang dicapai saat ini oleh pengguna ISO 9000. Analisa ini dilakukan berdasarkan hasil penilaian tingkat harapan dan kenyataan, sehingga dapat ditentukan faktor-faktor yang menjadi prioritas utama perusahaan dalam menentukan strategi untuk meningkatkan kepuasan pelanggannya.
              Faktor yang tertera dalam daerah I merupakan prioritas utama. Dari Gambar 2 dapat diketahui bahwa di antara delapan prinsip sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang perlu menjadi prioritas utama perusahaan dalam menentukan strategi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggannya.

    Kesimpulan

              Alasan utama perusahaan dalam menerapkan ISO 9000:2000 adalah untuk untuk meningkatkan konsistensi dalam pelaksanaan (5,60), memperbaiki mutu pelayanan, dan memperbaiki mutu produk (5,50). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan kontraktor mempunyai kesadaran dalam meningkatkan sistem manajemen mutu perusahaannya. Hambatan terbesar perusahaan kontraktor dalam menerapkan ISO 9000:2000, yaitu waktu yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan (3,73), terlalu banyak pekerjaan tulis menulis (3,67) dan waktu yang digunakan dalam memeriksa pekerjaan sesuai sistem audit (3,63). Sedangkan hambatan – hambatan yang terkecil adalah standar yang kurang jelas (2,20), kesulitan menafsirkan standar (2,37) dan kurangnya kerjasama dengan auditor (2,37).

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    (0)
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

    Tugas Pengetahuan Lingkungan

    Rabu, April 26, 2017 |

    I.                   Latar Belakang
    Pertumbuhan penduduk perkotaan di Indonesia pada umumnya di Kota Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia. Jakarta adalah kota yang dikategorikan sebagai padat penduduk, banyak penduduk dari luar jakarta yang menetap dan tinggal di Jakarta sebagai tujuan untuk mencari nafkah, menuntut ilmu dan lain sebagainya.
    Laju pertumbuhan penduduk merupakan permasalahan krusial yang dihadapi oleh negara-negara berkembang di dunia, khususnya negara-negara berpenduduk besar dan padat sperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan data dasar yang diperoleh mengenai jumlah kelahiran, sehingga diperlukan berbagai upaya yang berkesinambungan untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk. Indonesia sebagai suatu negara yang sedang berkembang dengan penduduk terbesar nomor empat di dunia, juga menghadapi persoalan yang serupa.
    Perkembangan lingkungan pemukiman di daerah perkotaan tidak terlepas dari pesatnya laju pertumbuhan penduduk perkotaan. Dampak negatif urbanisasi yang telah berlangsung selama ini disebabkan oleh tidak seimbangnya peluang untuk mencari nafkah di daerah pedesaan dan perkotaan, sehingga memunculkan adanya tarik menarik bagi masyarakat pedesaan, sementara latar belakang kemampuan para pendatang sangat marjinal (Kirmanto, 2001).
    Kedatangan urbanisasi di Jakarta menimbulkan banyak permasalahan khususnya mengenai aspek lingkungan. Tidak adanya keseimbangan alam dengan semakin bertambahnya penduduk di Jakarta, akibatnya banyak lingkungan alam yang seharusnya dijaga dengan baik beralih fungsi menjadi bangunan rumah, gedung, serta tempat untuk berbelanja. Perubahan yang terjadi tidak di imbangi dengan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah di Jakarta.
    Semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka kepentingan akan penggunaan lahan di wilayah ini akan semakin beragam. Keberagaman kepentingan bisa jadi akan menyebabkan terjadinya tumpang tindih maupun kesemrawutan dalam penggunaannya. Apabila hal ini tidak cukup mendapat perhatian di dalam usaha perencanaan maupun pengelolaannya akan menambah tekanan terhadap lingkungan. Tekanan lingkungan yang melewati batas toleransi akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan pada gilirannya akan berdampak kepada manusia dan makhluk hidup yang ada di dalamnya (Suwedi, 2003).
    Makalah ini akan membahas tentang apa saja yang menjadi pengaruh dari perkembangan penduduk di Jakarta terhadap keseimbangan lingkungan alam itu sendiri. Berikut ini merupakan pembahasannya.

    II.                Pembahasan
    Pembahasan mengenai pengaruh perkembangan penduduk terhadap keseimbangan lingkungan diantaranya yaitu:
    1.      Ketersediaan Udara Bersih
    Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna.
    Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.
    2.      Ketersediaan Air Bersih
    Meskipun 2/3 dari luasan bumi berupa air, namun tidak semua jenis air dapat digunakan secara langsung. Oleh karena itu persediaan air bersih yang terbatas dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai macam industri, untuk memenuhi kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dan sebagainya. Jumlah penduduk yang meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang dihasilkan.
    Untuk menjaga ketersediaan air, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah:
    1.    Menghemat pemakaian air.
    2.    Memelihara tumbuh-tumbuhan di sekitar kita yang berfungsi menyerap air.
    3.    Membuat sumur-sumur resapan.
    4.    Melestarikan danau, telaga,dan waduk dan daerah resapannya.
    3.      Ketersediaan Lahan
    Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.
    4.      Pencemaran lingkungan
    Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi, diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.
    Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

    III.             Kesimpulan
    Solusi untuk menghindari perkembangan penduduk bagi lingkungan :
    ·           Jangan membuang sumber daya alam secara sia-sia dan gunakanlah dengan bijak dan sesuai keperluan dan kecukupannya.
    ·           Kurangi Lahan perindustrian dan lahan perumahan yang sebenarnya ingin dibuat namun tidak jadi dibuat karena masalah biaya dan masalah lainnya
    ·           Adanya Pembudidayaan Tanaman dengan membudidayakan tanaman di tempat lahan yang tersedia
    ·           Adanya Penanaman pepohonan untuk menurunkan tingkat pencemaran udara
    ·           Kurangi lahan perindustrian dan usahakan agar tidak mencemari lingkungan.
    ·           Adanya sistem KB untuk mengurangi angka kelahiran dengan motto dua anak lebih baik

    ·           Adanya Penanaman Kembali hutan yang diubah menjadi lahan perkotaan agar terbebas dari Pencemaran udara.

    https://dewikurniaherowati.wordpress.com/kelas-ix/3-3-perkembangan-penduduk-dan-dampaknya-bagi-lingkungan/

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    (0)
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

    Review Jurnal - Metode Penelitian

    Selasa, Januari 10, 2017 |

    Nama   : Imam Purwanto
    NPM     : 35414222
    Kelas    : 3ID02

    Introduction
          Komponen biaya terbesar dalam kesehatan adalah obat yang dapat mencapai hingga 70% dari biaya perawatan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, dalam memilih obat-obatan, faktor harga harus dipertimbangkan apakah terjangkau dalam kaitannya dengan manfaat (Depkes di Situmorang, 2011). Harga obat dapat mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat, orang-orang dapat memiliki kesempatan untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik jika harga obat terjangkau. Sebagai negara berkembang, harga obat di Indonesia masih tergolong mahal di pemerintah serta sektor swasta. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa harga obat di Indonesia masih tinggi. Untuk obat-obatan dipatenkan di Indonesia, harga mereka 22 hingga 26 kali lebih tinggi dari International Referensi Harga (IRP). Adapun obat-obatan generik, sementara harga mereka masih lebih murah daripada obat-obatan dipatenkan, mereka masih sembilan kali IRP (Anggriandi et al, 2014). Untuk mengatasi masalah ini, hari ini, pemerintah memfasilitasi pengadaan obat generik menggunakan sistem e-katalog. Obat Generik e-katalog System adalah sistem informasi elektronik yang memuat informasi mengenai nama-nama obat, jenis, spesifikasi teknis, harga satuan terkecil, dan pabrik penyedia. Harga yang tercantum dalam e-Katalog adalah terkecil harga satuan yang sudah termasuk pajak dan biaya distribusi. Namun, tidak setiap rumah sakit bisa membayar pembelian obat-obatan menggunakan e-katalog fasilitas, karena beberapa rumah sakit masih menggunakan konvensional cara untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan sehingga ada Selisih antara harga pembelian dengan menggunakan cara konvensional dan orang-orang yang menggunakan e-katalog sistem.
              Tabel 1 menunjukkan perbandingan antara harga obat-obatan yang dibeli dari rumah sakit dengan teratur procurement dan e-katalog harga. Menggunakan Metode pembelian digunakan oleh make pengadaan biasa harga obat yang dibeli lebih mahal dari harga eCatalog. Sebagai contoh. jenis obat Glimepirid 4 mg yang beli harga tiga kali harga yang tercantum dalam e-katalog.

    Model Penelitian Rantai Pasok
        Rantai pasokan adalah jaringan fasilitas dan pilihan distribusi yang melaksanakan fungsi pengadaan bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, dan distribusi barang jadi ke pelanggan (Ganeshan & Horison di Hugos, 2003, 3). Sebuah rantai pasokan mencakup semua bagian yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam proses pemenuhan permintaan pelanggan.

    Resiko Supply dan dampak keuntungan
         Risiko rantai pasokan dapat secara resmi didefinisikan sebagai potensi kerugian yang dihasilkan dari variasi dalam hasil rantai pasokan yang diharapkan. Seifbarghy (2009) menyatakan bahwa risiko pasokan merupakan faktor-faktor dalam item pengadaan pasokan yang kualitas atau kuantitas mempengaruhi ukuran risiko pasokan perusahaan. Mereka adalah jumlah pemasok yang ada, jumlah pemasok potensial, risiko politik, ketersediaan untuk pemasok, lead time, kondisi keuangan, kualitas dan tingkat teknologi. Sementara Knight, Tu Dan Preston (2014) menyatakan bahwa risiko pasokan kelangkaan pasokan dan biaya logistik. Sementara dampak keuntungan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan perusahaan termasuk membeli volume dan berdampak pada pertumbuhan bisnis. Mereka membeli volume dan berdampak pada pertumbuhan bisnis (Knight, Tu Dan Preston, 2014); dampak pada profitabilitas dan pentingnya pembelian (Padhi, Wagner dan Anggarwal, 2012). Model analisis dalam penelitian ini didasarkan pada model penelitian oleh Mustamu (2007). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperpendek rantai pasokan bahan habis pakai medis untuk membuatnya lebih efisien.

    Hasil dan Diskusi
          Berdasarkan Padhi, Wagner dan Aggarwal (2012), pendekatan Kraljic Portofolio Matrix terdiri dari langkah-langkah berikut: Langkah 1: Desain skala linguistik untuk mengumpulkan kepentingan dan kinerja nilai pada atribut yang dipilih, dan menetapkan Nomor Fuzzy Triangular untuk setiap titik di skala linguistik. Langkah 2: Kumpulkan sejumlah domain-ahli atribut dan mengkonversi ke nomor fuzzy. Dalam penelitian ini kami menggunakan 10-point skala linguistik (Tabel 2). Langkah 3: Hitunglah rata-rata nilai atribut penting.

    sistem pengadaan konvensional
             Rantai pasokan dari sistem pengadaan konvensional omeprazole awal dari produsen ke Pedagang Besar Farmasi (PBF) Pusat. PBF yang ditunjuk oleh produsen untuk memasarkan produk mereka. Kemudian PBF akan memasarkan produk ke PBF Cabang berikutnya. PBF Cabang menawarkan produk ke rumah sakit melalui penjualan. Setelah sepakat dengan harga yang ditawarkan, rumah sakit akan membeli produk. Berikut adalah tabel penjualan perbedaan harga dari masing-masing stakeholder yang diperoleh dari wawancara dengan pihak terkait.

    E-katalog sistem
        E-katalog sistem pengadaan. rantai pasokan mulai dari pabrik atau manufaktur. Pabrik memasukkan harga dan spesifikasi dari barang-barang ke dalam sistem e-katalog. Ketika rumah sakit membeli barang melalui e-katalog, pabrik akan menghubungi PBF ditunjuk untuk mengantarkan barang ke rumah sakit. Rumah sakit menerima pesanan untuk barang dan membayar sesuai dengan harga pada e -Catalog melalui distributor. Perbedaan yang terjadi dalam pembelian menggunakan eCatalog dan metode konvensional adalah 10% di mana Harga pembelian melalui e-katalog lebih rendah dari itu melalui metode konvensional.

    Kesimpulan
        Menurut kategorisasi menggunakan Kraljic Portfolio Matrix, item obat omeprazole dalam kategori barang strategis sehingga dianjurkan untuk melakukan kemitraan dengan supplier. Item obat ondansetron dan irbesartan adalah leverage kuadran, rekomendasi yang diberikan adalah dengan membangun strategi kemitraan dengan pemasok yang kompeten. Sementara itu, seftriaxone dalam strategi hambatan dan glimepiride dalam kategori non-kritis.
      Dengan menggunakan e-katalog, barang obat omeprazole yang pada butir strategis diperkirakan akan bergerak leverage kuadran, di mana barang tersebut akan memiliki dampak keuntungan yang tinggi namun risiko pasokan rendah.
       Rantai pasokan obat dimulai dengan pabrik farmasi, maka itu didistribusikan melalui PBF pusat dan akan ditangani oleh cabang PBF sesuai dengan masing-masing daerah sehingga dapat tiba di pengecer, yang dalam hal ini adalah rumah sakit. Tidak ada perbedaan antara e-Katalog dan konvensional, itu hanya bahwa kontrak menggunakan e-Katalog adalah melalui pabrik farmasi, sedangkan pada sistem konvensional, kontrak adalah melalui PBF.
        Peningkatan nilai dari pabrik ke rumah sakit termasuk pajak, laba, biaya distribusi, biaya retensi, biaya sumber daya manusia, dan biaya lainnya (listrik, sewa tempat, dan lain-lain). Pembelian melalui e-katalog memiliki harga 10% lebih murah dari harga melalui metode konvensional. Plot rantai pasokan obat-obatan tidak bisa dipersingkat, karena distribusi kebutuhan obat penanganan yang kompleks di mana pabrik-pabrik obat tidak dapat melakukan distribusi langsung, bukannya harus melakukannya melalui PBF.
         Pengadaan obat melalui e-katalog adalah contoh dari e-Marketplace, di mana di emarketplace, terdapat interaksi antara berbagai perusahaan di dunia maya tanpa itu dibatasi oleh wilayah (area geografis) atau waktu. Obat eCatalog adalah tempat pertemuan antara berbagai pemasok (pabrik farmasi) dengan konsumen untuk melakukan transaksi jual beli.

    http://www.e-jurnal.com/2016/09/using-e-catalog-system-to-reduce-cost.html

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    (0)
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
    Postingan Lama
    Langganan: Postingan (Atom)
Copyright 2011 Imam Purwanto.All rights reserved. Powered by Blogger
Luggage, Scenic Spots, Las Vegas Hotel Brands, SharePoint Online.
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.