skip to main | skip to sidebar
Imam Purwanto

  • Beranda
  • Artikel
  • Cerpen
  • MotoGp
  • Futsal
  • Lirik Lagu
  • Teknik Industri
  • UG
  • About Me
RSS
  • "Welcome to my Blog''

    SELAMAT DATANG DI BLOG IMAM PURWANTO

    About Me

    Imam Purwanto
    Lihat profil lengkapku

    SALAM INDUSTRI

    SALAM INDUSTRI
    Logo Teknik Industri

    TIME

    Search

    Link Gunadarma














    ANIMAL


    adopt  your own virtual pet! SELAMAT JALAN SAHABAT
    By : Gayatri Arum S

    Ratu, Risti dan Rika. Mereka sudah bersahabat sejak kelas VII SMP. Sekarang mereka kembali satu sekolah di SMA favorit di daerah Jakarta. Mereka juga sekelas. Ratu merupakan yang tercantik diantara mereka bertiga, orangnya tinggi, kulinya coklat sawo matang, dia sangat periang dan baik sekali. Risti orangnya asik, dia putih tetapi agak pendek, dan Rika adalah anak yang pendiam, dan lebih suka menyendiri. Tetapi kalau sudah kenal dia lebih dalam pasti asik.
    “kringgg….kringggg” suara bel istirahat pun berbunyi. Risti dan Rika bergegas meninggalkan Ratu yang sedang duduk termenung utnuk mengisi perut lapar mereka. “Bu, nasi goreng dua”seru Rika dengan lantangnya. Nasi goreng pun telah mereka santap dengan lahapnya sampai membuat mereka bersendawa dengan kerasnya hingga membuat seluruh isi kantin tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Saat mereka sudah merasa kekenyangan, mereka baru sadar bahwa Ratu masih berada dikelas, dengan tergesa-gesa Risti dan Rika berlari menghampiri Ratu. Dan dilihatnya sahabatnya itu sedang duduk melamun tanpa tau apa yanhg difikirkannya. “Rat, rat, lo kenapa ? kok melamun gitu ?,”Tanya Rika dengan penuh kekhawatiran. “iya, lo kenapa Rat, lo laper,lo capek, apa lo belum ngerjain pr?,”samber Risti. “ih,nanyannya satu-satu kali ris,”seru Rika. Saat kedua sahabatnya itu tengah sibuk menanyakan apa yang di fikirkan oleh Ratu, Ratu hanya tersenyum dan lebih memilih diam. Bel masuk pun berbunyi. Pelajaran kali ini adalah Bahasa Indonesia pelajaran kesukaan Ratu, Risti, dan Rika. Biasanya jika sudah masuk pelajaran ini Ratu akan semangat sekali, tapi untuk pertama kalinya ia sangat tidak bersemangat. “kringgggg….kringgg…” saat yang diananti-nanti pun tiba, seluruh siswa berhamburan memenuhi koridor sekolah, ada yang menuju parkiran, ada yang ke kantin, dan ada pula yang ke perpustakaan. Ratu, Risti dan Rika berjalan menuju parkiran, tetapi saat mereka sedang menyusuri koridor tiba-tiba Ratu jatuh pingsan. Risti dan Rika pun sangat terkejut dan mereka pun segera membawa ratu ke UKS.
    Hari ini libur, saatnya bagi rika untuk bangun agak siang. “Assalamualaikum, Rika..Rika”,seru seseorang dari luar rumah. Dengan setengah terbangun “siapa sih bertamu pagi-pagi gini, udah tau libur sekolah,”gerutu Rika. Dengan sedikit sempoyongan Rika menemui tamunya itu.”Rik..rik lo tau ga si Ratu masuk rumah sakit!,”seru Risti. Rika yang baru setengah sadar itu sangat kaget mendengarnya, “hah? Yang bener apa ris, ah lo mah bercanda mulu!,” seru Rika. “lah, buat apa sih gua bohong?, apalagi sama sahabat sendiri,”seru Risti. “sakit apa dia? Dirawat dimana? Kapan?,”Tanya Rika. “kok jadi gentian dia yang bawel ya?,”fikir Risti. Dengan nada kesal “heh, jawab dong kalo ditanya!,”gentak Rika.”Ratu sakit tipus Rik,”seru Risti.
    Jam 08.00 kedua sahabat itu telah sampai, tepatnya di kamar dimana sahabat tercintanya itu dirawat, mereka melihat Ratu yang sedang terbaring lemah diatas kasur. Risti dan Rika segera menghampiri Ratu. “Ratu gemana keadaan lo?,”Tanya Rika. “gua udah nggak apa-apa kok rik, sebentar lagi juga gua sembuh,”jawab Ratu. “yaudah lo jangan sampe lupa buat minum obat ya,”seru Rika.
    Seminggu berlalu, ketiga sahabat itu telah melakukan aktivitasnya seperti biasa, yaitu bersekolah. Disela-sela pelajaran Rika melihat Ratu yang sedang senyum-senyum sendiri dan tidak memperhatikan apa yang di jelaskan oleh guru yang sedang mengajar. Tetapi Rika hanya membiarkannya saja. “kringgg….kringgg”bel istirahat pun berbunyi. Terlihat Risti menuju kantin tanpa mengajak kedua sahabatnya itu. Tapi Rika dan Ratu tidak terlalu memperdulikannya. Rika dan Ratu pun menuju kantin dan hanya membeli beberapa makanan ringan, kemudian mereka kembali ke kelas. “oya, tadi pas pelajaran gua liat lo senyum-senyum sendiri gitu, kenapa Rat?,”Tanya Rika. “mmm, gua ditembak sama Angga anak kelas sebelah”,seru Ratu dengan tersenyum malu. “deg..deg..deg,”terdengar suara degup jantung Rika mendengar Ratu bicara seperti itu. “kenapa harys dia Rat, kenapa harus Angga? Dia cowok satu-satinya yang bias bikin aku semangat jalanin hidup ini,”seru Rika dalam hati. “hey, kok diem gitu sih?,”Tanya Ratu karena melihat Rika terdiam.”oh, gitu ya.selamat ya rat,”jawab Rika seadanya. “kok lo kaya nggak suka gitu sih Rik?,”Tanya Ratu. Rika pun menjawab dengan hati yang sakit dan sangat terpaksa “yaampun Ratu gua seneng banget kali dengernya, sekali lagi selamat ya, semoga kalian langgeng,hehehe,”. “makasih,”jawab Ratu dengan senyum paling indah.
    “akhir-akhir ini Risti berubah ya Rik,”Tanya Ratu. “iya Rat,jadi kaya ngejauh gitu sama kita,”seru Rika. Memang akhir-akhir ini persahabatan 3 orang ini agak begitu renggang. Sejak Risti mendengar bahwa Ratu berpacaran dengan Angga hubungan mereka agak renggang,terutama dengan Ratu. “yaudahlah Rik,yang penting persahabatan kita jangan sampai berpisah ya Rik,”seru Ratu. “pasti dong,”jawab Rika. Kemudian kedua sahabat itu kembali mengobrol sambil sesekali tertawa. Gara-gara keasikan mengobrol kedua sahabat itu tidak sadar bahwa bel masuk sudah berbunyi dari tadi, untung saja gurunya belum masuk ke kelas. Mereka pun kembali ketempat duduk masing-masing. Tapi ternyata guru yang harusnya masuk ke kelasnya tidak dapat memberikan materi pelajaran karena ada keperluan di luar sekolah. Dan seperti biasa saat kelas tidak ada yang mengajar suasana pun menjadi gaduh. Bel pulang pun berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar kelas untuk kembali kerumah mereka masing-masing. Sesampainya dirumah Rika hanya duduk termenung di pinggir kasur sambil memikirkan apa yang tadi diucapkan oleh Ratu kepadanya bahwa dia di tembak oleh Angga. Dia masih tidak habis fikir, “kenapa harus Ratu sahabatku!,”celetuk Rika tanpa sadar. Dia menangis sampai-sampai ketiduran sampai pagi dan lupa untuk menjadwal buku pelajarannya. Keesokan harinya, tepatnya pukul lima pagi dia baru terbangun dari tidur panjangnya itu, dan terlihat sangat sibuk mengurusi buku-buku yang belum ia jadwal.
    Sesampainya di sekolah Rika langsung mengahmpiri Ratu yang sedang berduaan dengan Angga di depan kelas. Sakit hati Rika melihatnya, tapi dia harus kuat karena sahabat adalah yang terpenting baginya. “ciee, pagi-pagi udah pacaran aja nih,”seru Rika.”ngiri ya?,”canda Angga. “engga tuh, yaudah lanjutin aja deh nggak mau ganggu,”jawab Rika sambil ngeloyor masuk ke dalam kelas. “Risti mana ya?,”Tanyanya dalam hati, sambil celingak-celinguk mencari sahabatnya yang kini jarang berbicara dengannya lagi. Dicarinya di perpustakaan tidak ada, di toilet pun juga tidak ada. Saat tengah sibuk mencari Risti, Rika di kejutkan oleh tepukan tangan di pundaknya. “Astagfirullah, Ratu bikin kaget aja, udah pacarannya? Kok sebentar banget?,”canda Rika. “ye, apaan sih lo, lo lagi ngapain?,”Tanya Ratu. “gua lagi nyari si Risti nih,cari bareng-bareng yuk?,”ajak Rika. “ayo,”sahut Ratu. Saat Rika dan Ratu melewati kelas Angga, Rika dan Ratu melihat Angga yang sedang berduaan dengan Risti, Ratu melihat Risti mengobrol dengan sedikit mesra dengan Angga. Ratu langsung berlari masuk ke kelas dengan perasaan yang sangat tersakiti, Rika mengahmpiri Ratu yang sedang menangis. Dan dengan bijak Rika mengatakan,”sudahlah rat,jangan nangis, mungkin tadi itu mereka hanya ngobrol biasa dan mungkin saja tadi itu hanya kebetulan saja melihat mereka sedang bercanda-canda seperti itu,jangan salah faham dulu,”. Ratu hanya diam dan masih menangis. “kringgg…kringgg”bel masuk berbunyi. Pelajaran pertama adalah B.Inggris. Saat ditengah materi pelajaran speaker kelas mengeluarkan suara yang mengatakan bahwa seluruh siswa di pulangkan setelah jam pelajaran kedua selesai, sontak semua siswa pun bersorak gembira.
    “kringgg….kringgg” saat yang dinanti pun tiba, jam pelajaran kedua telah selesai. ”Rat,jalan yuk, ke taman mau nggak?,”ajak Rika. “iya,”sahut Ratu. Tidak beberapa lama mereka pun telah sampai di taman. Mereka ngobrol dengan asiknya, dan membuat Ratu lupa akan masalah tadi. Rika pun mengajak Ratu jalan lagi hingga menuju mall terdekat dan menonton bioskop. Rika dan Ratu duduk di tengah-tengah bangku bioskop. Saat Ratu melihat ke bangku seberang, ia melihat Angga sedang merangkul Risti. Karna tidak mau membuat kekacauan Ratu menahan amarahnya. Rika melihat tingkah Ratu yang berbeda. “lo kenapa Rat?,”Tanya Rika keheranan. “lo liat aja di bangku seberang!,”jawab Rika marah. Saat film yang di tonton selesai Rika dan Ratu buru-buru keluar untuk mencegat Angga dan Risti. Akhirnya Angga dan Risti pun keluar dan sangat terkejut karena melihat Ratu dan Rika berada di hadapannya. Ratu langsung menampar pipi Angga dan dengan sangat marah dia berkata kepada Risti. “lo jahat Ris, lo jahat! Gua benci sama lo!!,” Ratu pun berlari sambil menangis. “gua nggak nyangka, kalian bias ngelakuin ini sama Ratu, terlebih lo Ris, Ratu itu sahabat lo, gua kecewa sama lo Ris!,”seru Rika kesal. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras membuat ketiga orang itu kaget, mereka pun langsung menghampiri asal suara itu. Dan ternyata Ratu kecelakaan, ia ditabrak oleh mobil. Dan seketika itu pula Ratu meninggal. Rika shock dan langsung menangis dihadapan Ratu. Rika tidak dapat menahan rasa sedihnya itu dan Rika pun pingsan.
    Saat terbangun Rika masih merasa pusing, dia menyadari bahwa dia sedang berda di rumah sakit, disampingnya telah berdiri Angga dan Risti. “puas lo berdua sekarang?! Sekarang sahabat gua udah gaada disini!! Puas lo berdua,”gertak Rika dengan sangat marah. Angga dan Risti pun hanya tertunduk diam. Dengan sedikit pusing Rika mencari Ratu. “sus,dimana Ratu sahabat saya?,”Tanya Rika. Suster itu pun hanya terdiam. “sus, jawab sus!,”Tanya Rika kesal. Suster itu pun mengajak Rika ke suatu tempat, sebuah ruangan yang diatas pintunya tertuliskan “Kamar Jenazah”. “ga mungkin sus, ga mungkin,”seru Rika. Dan seketika itu Rika kembali pingsan.
    Setelah pemakaman Ratu selesai, dan semua orang telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Tertinggal Rika yang masih menangis diatas makan Ratu. “sahabatku, semoga lo tenang dialam sana, gua akan selalu mengingatmu, lo jangan lupain gua ya,”seru Rika. Walaupun masih dalam keadaan duka Rika harus tetap masuk sekolah. Baginya itu adalah hari terburuk di sepanjang hidupnya, karena tidak ada sahabat yang paling mengerti dia lagi. “andai lo masih disini sama gua Rat,”seru Rika dalam hati. Saat Rika masih terdiam dalam lamunannya memikirkan Ratu, tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkannya, orang itu adalah orang yang telah membuat sahabatnya meninggal. “Rik, sekali lagi maafin gua ya,”ujar Risti. “iya Rik, maafin gua juga ya,”sambung Angga. “yaudahlah semuanya udah terjadi mau di apain lagi,”jawab Rika seadanya. Dan pergi meninggalkan Risti dan Angga.
    Tekat Rika sudah bulat ia ingin pindh sekolah, ia ingin menenangkan dirinya dan lebih memilih pindah sekolah. Dia tinggal dirumah neneknya di Yogyakarta. Dia masuk disekolah favorit disana. Disana hidup Rika lebih tenang. Dan dia juga sudah mempunyai banyak teman. Dan dia juga tidak pernah lupa kepada sahabatnya Ratu. Disana dia juga sudah mempunyai kekasih. Alif namanya. Rika sangat mencintai kekasihnya itu,tapi dia lebih sayang kepada sahabatnya Ratu.
    Semua siswa bersorak gembira, karena baru saja diumumkan bahwa seluruh siswa kelas XII lulus 100%. Rika masuk di Universitas Gajah Mada. Hubungannya engan Alif masih terus berlangsung hingga sekarang. “derrtt…derrrttt” terdengar getaran yang berasal dari ponselnya, ada pesan masuk. Ternyata pesan dari Robby teman sekolahnya dulu saat di Jakarta. Isi pesannya adalah “cie..cie yang masuk UGM selamat ya! Terus semangat!, oya Risti hamil dan katanya sih sama Angga!,”. “makasih, oh yaudah biarin,” balas Rika seadanya. “tak peduli lah apa yang lo berdua mau lakuin, gua cuma berdoa yang terbaik aja buat kalian berdua,”batin Rika.
    Rika kembali kerumah. Dia langsung masuk ke kamarnya, sambil duduk disamping jendela Rika memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.
    Hari-hari yang kan kujalani
    Kini semua kan terasa sunyi
    Walau hampa pasti kuhadapi
    Kuucapkan selamat jalan
    “Bondan P & Fade 2 Black”
    Seketika bayangan Ratu terlintas di fikiran Rika, seketika itu juga Rika meneteskan air mata seraya berkata “Selamat Jalan Sahabat”

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
    Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright 2011 Imam Purwanto.All rights reserved. Powered by Blogger
Luggage, Scenic Spots, Las Vegas Hotel Brands, SharePoint Online.
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.