skip to main | skip to sidebar
Imam Purwanto

  • Beranda
  • Artikel
  • Cerpen
  • MotoGp
  • Futsal
  • Lirik Lagu
  • Teknik Industri
  • UG
  • About Me
RSS
  • "Welcome to my Blog''

    SELAMAT DATANG DI BLOG IMAM PURWANTO

    About Me

    Imam Purwanto
    Lihat profil lengkapku

    SALAM INDUSTRI

    SALAM INDUSTRI
    Logo Teknik Industri

    TIME

    Search

    Link Gunadarma














    ANIMAL


    adopt  your own virtual pet! ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR (STUDI KASUS BEBERAPA PERUSAHAAN DI MEDAN)

              Era globalisasi pada tahun 2003 berdampak terbukanya perdagangan bebas. Hal ini menyebabkan  persaingan  bisnis  meningkat  tajam  baik  di  pasar  domestik  (nasional)  dan global  (internasional).  Oleh  karena  itu,  perusahaan  berusaha  memenangkan  persaingan dengan meningkatkan mutu produk/ jasa. ISO 9000 merupakan standar sistem manajemen mutu yang bersifat umum, diakui dunia internasional dan dapat diterapkan disegala bidang termasuk  bidang  konstruksi.  Adapun  tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui alasan,  hambatan,  gap  antara  harapan  dan  kenyataan  dan  prioritas  utama  perusahaan kontraktor yang sudah menerapkan ISO 9000:2000. Penelitian ini menggunakan survei terhadap perusahaan-perusahaan kontraktor di Medan yang sudah menerapkan ISO 9000. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa alasan terbesar perusahaan kontraktor menerapkan ISO 9000 yaitu untuk meningkatkan konsistensi dalam pelaksanaan dan memperbaiki mutu pelayanan serta memperbaiki mutu produk. Hambatan terbesarnya yaitu waktu yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan, terlalu banyak pekerjaan tulis menulis dan waktu yang digunakan dalam memeriksa pekerjaan sesuai sistem audit. Perusahaan harus menerapkan faktor terhadap peningkatan pembuatan keputusan berdasarkan fakta sebagai prioritas utama untuk meningkatkan mutu perusahaan.

    Metodologi Penelitian
              Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan melakukan survei lapangan terhadap beberapa perusahaan kontraktor di Medan yang telah menerapkan ISO 9000. Dalam penelitian ini, dipakai kuesioner sebagai alat untuk melakukan survei. Kuesioner ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :
    1.  Bagian A Alasan perusahaan dalam menerapkan ISO 9000.
    2.  Bagian B Harapan dan realita perusahaan setelah menerapkan ISO 9000 ditinjau dari delapan prinsip manajemen mutu.
    3.  Bagian C Hambatan perusahaan dalam menerapkan ISO 9000. Skala pengukuran yang digunakan adalah dari 1 sampai dengan 6. Pada bagian A,B menunjukkan skala tersebut memiliki arti dari sangat tidak penting menuju sangat penting, sedangkan pada bagian C skala 1 sampai dengan 6 tersebut berarti dari sangat kecil menuju sangat besar.
    Data yang diperoleh dari survei diolah dengan menggunakan program aplikasi statistik untuk menganalisa :
    1.  Analisa rata-rata
    2.  Analisa uji t untuk menguji tingkat signifikan perbedaaan penilaian antara harapan dan kenyataan responden.
    3.  Analisa kepentingan-kinerja (Importance-performance). Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diwakili oleh huruf X dan Y, di mana: X merupakan tingkat kinerja perusahaan (kenyataan) yang dapat memberikan kepuasan para pelanggan, sedangkan Y merupakan tingkat kepentingan yang merupakan harapan pelanggan.
    Kuadran A :
    Menunjukkan faktor yang dianggap mempengaruhi kepuasan pelanggan.
    Kuadran B:
    Menunjukkan unsur jasa pokok yang telah berhasil dilaksanakan perusahaan, untuk itu wajib dipertahankannya.
    Kuadran C:
    Menunjukkan faktor yang mempengaruhi pelanggan kurang penting, akan tetapi pelaksanaannya berlebihan.
    Kuadran D:
    Menunjukkan beberapa faktor yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, pelaksanaannya oleh perusahaan biasa-biasa saja.

    Analisis Data
              Adapun alasan yang dianggap paling penting adalah untuk meningkatkan konsistensi dalam pelaksanaan. Sedangkan alasan untuk memperbaiki mutu pelayanan dan mutu produk menduduki peringkat kedua.. Selanjutnya dilakukan perbandingan alasan – alasan yang dianggap penting tersebut terhadap nilai rata-rata secara keseluruhan. Nilai rata – rata secara keseluruhan tersebut diwakili oleh garis mendatar yang dipertebal. Analisa rata-rata juga digunakan untuk mengidentifikasi hambatan yang relatif lebih besar dibandingkan dengan hambatan yang lain.
              Analisa Uji t ( t-Test) diawali dengan perhitungan nilai rata-rata harapan dan kenyataan dari masing-masing prinsip sistem manajemen mutu pada bagian B dari kuesioner. Seperti yang disebutkan dalam kerangka teori, kepuasan pelanggan dapat diukur dari selisih antara harapan dan realita yang disajikan dalam Tabel. Adanya selisih antara harapan dan realita menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kedua faktor tersebut, namun perbedaan tersebut perlu diuji tingkat signifikannya dengan analisa uji t.
              Analisa kepentingan-kinerja (importance-performance) yaitu analisa kuesioner bagian B tersebut di atas dilanjutkan dengan analisa kepentingan-kinerja. Dalam analisa ini tingkat kepentingan (importance) mewakili rata-rata harapan pengguna ISO 9000 dan kinerja (performance) mewakili rata-rata kinerja (kenyataan) yang dicapai saat ini oleh pengguna ISO 9000. Analisa ini dilakukan berdasarkan hasil penilaian tingkat harapan dan kenyataan, sehingga dapat ditentukan faktor-faktor yang menjadi prioritas utama perusahaan dalam menentukan strategi untuk meningkatkan kepuasan pelanggannya.
              Faktor yang tertera dalam daerah I merupakan prioritas utama. Dari Gambar 2 dapat diketahui bahwa di antara delapan prinsip sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 yang perlu menjadi prioritas utama perusahaan dalam menentukan strategi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggannya.

    Kesimpulan

              Alasan utama perusahaan dalam menerapkan ISO 9000:2000 adalah untuk untuk meningkatkan konsistensi dalam pelaksanaan (5,60), memperbaiki mutu pelayanan, dan memperbaiki mutu produk (5,50). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan kontraktor mempunyai kesadaran dalam meningkatkan sistem manajemen mutu perusahaannya. Hambatan terbesar perusahaan kontraktor dalam menerapkan ISO 9000:2000, yaitu waktu yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan (3,73), terlalu banyak pekerjaan tulis menulis (3,67) dan waktu yang digunakan dalam memeriksa pekerjaan sesuai sistem audit (3,63). Sedangkan hambatan – hambatan yang terkecil adalah standar yang kurang jelas (2,20), kesulitan menafsirkan standar (2,37) dan kurangnya kerjasama dengan auditor (2,37).

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
    Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright 2011 Imam Purwanto.All rights reserved. Powered by Blogger
Luggage, Scenic Spots, Las Vegas Hotel Brands, SharePoint Online.
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.