skip to main | skip to sidebar
Imam Purwanto

  • Beranda
  • Artikel
  • Cerpen
  • MotoGp
  • Futsal
  • Lirik Lagu
  • Teknik Industri
  • UG
  • About Me
RSS
  • "Welcome to my Blog''

    SELAMAT DATANG DI BLOG IMAM PURWANTO

    About Me

    Imam Purwanto
    Lihat profil lengkapku

    SALAM INDUSTRI

    SALAM INDUSTRI
    Logo Teknik Industri

    TIME

    Search

    Link Gunadarma














    ANIMAL


    adopt  your own virtual pet!
     Sebuah Tanda Tanya
    By : Gayatri Arum S

            Perkenalkan namaku Agatha Alfira Daputri, aku seorang cewe yang biasa-biasa saja, pendiam, tapi kalo udah kenal aku pasti asik kok. Aku punya dua sahabat namanya Melisa Dian Nurma Putri dia cantik, tinggi, baik, dan yang paling aku suka dari dia adalah dia itu selalu ceria. Dan yang satu lagi namanya Ika Setiani Rahmawati, kalo sahabat aku yang satu ini dia orangnya terlalu cuek, dan suka ngebully temen-temen di kelas.
       Saat itu aku baru saja naik kekelas IX, semua siswa sedang berkumpul dilapangan mengerubuti sebuah papan hitam yang akan menentukan kelas mana yang akan kami dapatkan. Aku tengah sibuk mencari-cari namaku. Dari satu kertas ke kertas yang lain. Sampai akhirnya kutemukan sebuah nama, nama yang tidak asing lagi bagiku. Dikertas itu tertulis “ Kelas IX-1 urutan ke 5 Agatha Alfira Daputri “. Kutelusuri seluruh deretan kelas IX dan akhirnya aku menemukan kelas baruku itu. Aku memilih tempat duduk ditengah barisan dekat meja guru. Sat itu dikelas masih sepi hanya ada beberapa orang saja dan satu pun tidak ada yang aku kenal. Karna aku bosan didalam kelas, aku memutuskan untuk keluar kelas, aku bertemu dengan teman sekelas ku dulu  di kelas VIII namanya Ika Setiani Rahmawati. “Ga, lo dikelas mana?” Tanya ika. “IX-1” jawabku. “gue duduk sama lo ya?” seru ika. “oh yaudah” jawabku.
          Bel masuk sudah berbunyi. Seluruh siswa masuk kekelas masing-masing. Aku pun segera kembali ke kelas. Hari pertama aku masuk kelas IX semuanya masih berjalan seperti biasa. Jam pertama saat itu diisi dengan bimbingan wali kelasku Bapak Anggoro, kami sangat serius memperhatikannya. Dan setelah itu diganti oleh pelajaran B.indonesia dan ternyata gurunya adalah wali kelasku juga. “yah sama-sama juga gurunya tadi ngapa make keluar itu Bapak ya?” seru ika. “mungkin bukunya tertinggal” jawabku seadanya. Kami belajar dengan serius. “tetttt…tettttt” bel istirahat pun berbunyi. Aku dan ika segera menuju kantin untuk membeli beberapa makann ringan dan setelah itu kembali ke kelas. Sambil makan kami bercanda-canda dan tidak sengaja seseorang di depan kami berbicara kepada aku dan ika. “hey, nama gue dian” serunya sambil menyodorkan tangan. “hey, gue arum” jawabku sambil bersalaman. “gue ika” timpal ika. Kami pun mengobrol dengan asiknya. Bel pun sudah berbunyi kembali, menandakan pelajaran selanjutnya akan segera dimulai. Pelajaran selanjutnya adalah B.inggris. Kami diajarkan tentang announcement. Semuanya terlihat serius memperhatikan guru yang sedang menerangkan, selanjutnya kami diajarkan advertisement. Saat sedang asik belajar bel pergantian jam pun berbunyi. “yah, udh bel aja, padahal gurunya asik tuh” gerutuku dalam hati. Pelajaran kali ini sangat membosankan dan melelahkan yaitu IPS, karena gurunya hanya memberikan soal tetapi jawabnnya sudah di berikan di buku cetak dan itu sangat banyak sekali jawabnnya. Tapi akhirnya aku dapat menyelesaikannya juga. Dan tak terasabel pulang berbunyi. Aku, Dian, dan Ika pulang bersama. Jarak dari sekolah ku menuju jaln raya lumayan jauh. Dan itu kami jalani dengan terasa cepat karna kami selalu bercanda-canda jadi tidak terasa capeknya. Saat dijalan raya kami terpisah. Aku dan Dian seangkot, tetapi Ika tidak. Sesampainya dirumah aku sangat lelah. Aku tertidur di kamar dan lupa ganti baju. Jam 5 sore aku baru dibangunkan oleh ibuku. Aku langsung mandi dan solat kemudian aku mengerjakan pr.
          Keesokan harinya aku semangat sekali untuk bersekolah karna aku sudah mendapatkan teman yang sangat asik dan baik. Saat aku datang, dian pun juga baru datang. “hey dian” sapaku. “hey juga” jawab dian. Kami pun bareng bejalan menuju kelas. Di kelas Ika sudah datang terlebih dahulu. Kami pun mengobrol hingga bel masuk berbunyi. Semua pelajaran di hari ini aku lewati dengan penuh semangat. Hari-hari tidak ada kata berpisah bagi aku, dian dan ika. Saat persahabatan ini sudah setengah tahun berjalan ada yang aneh pada ika. Dia terlihat menjauh kepada aku dan dian. Sampai-sampai saat di kelas pun aku dan ika hamper tidak pernah bicara. Tiap aku tanya dia hanya diam dan memilih pergi. Aku pun semakin bingung. Saat ini pun aku melihat dia selalu menyendiri dan tidak pernah tertawa, bahkan senyumpun tidak. Sampai pada suatu saat aku dan dian menghampirinya di kelas dan dia sedang sendirian. “ka, lo kenapa sih akhir-akhir ini lo ngejauh gitu dari kita?” tanyaku agak tegas. Ika pun hanya terdian dan ingin pergi. Dengan sigap aku tahan dia. “kalo emang gua ama aga punya salah lo omongin ke kita jangan lo kaya gini!” seru dian agak kesal. “gue udah gak mau berteman sama kalian berdua! ngerti lo? Jadi mulai sekarang jangan deket-deket gue lagi” tegas ika. “oh, oke kalo itu mau lo, ayo yan kita pergi aja dari sini”, jawabku. Aku dan dian pun menuju perpustakaan dan menceritakan semua ini kepada mak ayu. Mak ayu adalah sebutan dari aku, dian dan ika untuk penjaga perpus di sekolah ku. Aku, dian, dan ika sudah menganggap bu ayu sebagai ibu kami sendiri. “Mak, ika berubah banget deh sekarang, tadi dia bilang sama aku dan aga kalo dia udah gak mau temenan sama kita lagi” curhat dian. Dan aku pun hanya diam mendengar curhatan dian dan memilih untuk membaca novel. “mungkin ika lagi ada masalah kali jadi dia ngomongnya ngaco”jawab bu ayu. “ah masak sih?”jawab dian sambil mengernyitkan kening.
           Keesokan harinya saat pelajaran kedua aku mencari ika. Aku celingak-celinguk di kelas aku tak melihatnya. Saat istirahat aku dan dian sedang mengobrol. “yan, si ika gak masuk ya?” tanyaku. “iya, kata bu ayu sih dia pindah” jawab dian. Saat itu pun aku sangat yakin bahwa dia benar-benar tidak ingin berteman dengan aku dan dian lagi. Hari-hari aku lewati bersama dian dengan penuh kesibukan. Dan walaupun aku masih sakit hati dengan ika tapi sebagai sahabat yang sudah bersamanya selama hampir satu tahun aku sangat merindukannya. Aku hampir saja melupakannya karna kesibukanku untuk menghadapi UN. Saat itu aku pernah mencoba menelfonnya tapi ternyata nomornya sudah tidak aktif lagi. Nomor rumahnya pun juga sama.
         Tanganku panas dingin. Aku takut aku tidak lulus. Ku buka emailnya dan kucari namaku. Dan ternyata aku lulus dengan nilai yang lumayan. Dian yang sedang sibuk mencari disampingku berbicara padaku. “ ga, tolong cariin nama gue dong”seru dian. “oke”jawabku. Aku telusuri seluruh nama yang ada dan kutemukan nama sahabatku. Dia juga lulus tapi nilainya tidak mencukupi untuk masuk SMA negeri. “yeaayy, akhirnya kita lulus juga ya ga” seru dian. “iya yan, eh kerumah gue yu.”ajakku. Aku dan dian sampai dirumah dan ibuku ternyata sudah menungguku. “Bu, aku lulus 34,45” seruku. Ibu ku pun memberiku ucapan selamat. Saat aku dan dian sedang mengobrol di ruang tamu. Seseorang dari luar memanggilku, aku pun keluar. Aku sangat kaget sekali. Karena yang datang adalah sahabatku ika. “yan, ika dateng nih” seruku. Dian hanya diam. “masuk ka” ajakku.
              Kami sempat terdiam beberapa saat. Aku pun memulai pembicaraan. “lo kemana aja ka selama ini? Ngilang gitu aja gaada kabar” tanyaku. “oke, gue akan jelasin semuanya ke lo berdua, tapi sebelumnya gue minta maav karna gua ngilang gitu aja kemaren. Waktu itu gua udah putus asa banget karna gua punya penyakit yang gua ngerasa kalo hidup gua gabakal lama lagi. Akhirnya gua mutusin untuk pergi kesuatu tempat untuk berobat disana dan akhirnya gua sembuh. Dan gua pengen sama kalian lagi, kalian masih mau nerima gue kan ?” jelas ika. “oh jadi gitu, kenapa lo ga bilng dari awal?” Tanya dian. “gua takut kalian gamau berteman sama gua lagi kalo kalian tau gua penyakitan”seru ika. “kita ga kaya gitu kok, kita terima lo apa adanya, semua manusia gak ada yang sempurna kan?” jawabku. “iya gua tau, yaudah kalo gitu maafin gua ya, kalian masih mau kan sama gua lagi?”seru ika. “pasti dong” jawabku dan dian.
               Dan akhirnya kami pun besahabat kembali. Aku, dian, ika akan selalu bersama. Setiap hari kami lalui bertiga sampai mendapatkan dan menyelesaikan suatu masalah pun bertiga.


    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Diposting oleh Imam Purwanto
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
    Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright 2011 Imam Purwanto.All rights reserved. Powered by Blogger
Luggage, Scenic Spots, Las Vegas Hotel Brands, SharePoint Online.
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.